Timing Advance
Timing Advance (TA) sebenarnya sudah kita kenal di GSM untuk menentukan jarak dari BTS ke tiap-tiap user/MS. Timing Advance menunjukkan besarnya durasi waktu yang diukur untuk sebuah signal terkirim dari BTS sampai ke MS/UE. Menurut 3GPP TS 05.10, ketika BTS menerima access burst pada kanal RACH atau PRACH, BTS akan mengukur delay signal tersebut. Delay ini yang disebut Timing Advance.
Nilai maksimum Timing Advance adalah 63, sehingga jika BTS mengukur nilai lebih dari itu maka TA tetap 63. Pengecualian terjadi untuk Feature Extended Cells dimana nilai TA bisa mencapai maksimum 219.

Timing Advance GSM vs LTE
Perhitungan Timing Advance di GSM adalah sebagai berikut:
Di GSM 1 Granularity period menghasilkan distance = 553m
Didapat dari:
Distance = 1/2 * TA * bit-period * lightspeed =
1 TS=(15/26)ms = 577 us dan terdiri dari 156.25 bits (GSMK modulation rate = 1625/6 kbps = 270.833 kbps) sehingga bit period = 3.69e-7 s
Untuk TA=1
Distance = 1/2 * 1 * 48/13 e-6 s * 3e8 m/s = 553.85 m
Kalau 63 TA maka
Distance = 1/2 * 63 * 48/13 e-6 s * 3e8 m/s = 34,892 m ~ 35 km
Timing Advance di LTE
Di LTE juga dikenal yang namanya Timing Advance yang mempunyai konsep mirip dengan GSM. Ketika UE mengirimkan Random Access Preamble untuk melakukan RRC connection establish, eNodeB akan melakukan estimasi delay yang diterima. ENodeB akan mengirimkan Random Access response yang berisi Timing Advance Command agar UE melakukan adjustment waktu transmisinya.
Waktu yang ditempuh dari saat pengiriman Random Access Response hingga eNodeB kembali mendapatkan response dari UE berdurasi 16 Ts, sedangkan Timing Advance didapat dari setengah waktu tersebut. Perhitungannya adalah sebagai berikut:
Kalau di LTE signalled granulity setiap 16 Ts
Nah menurut 3GPP time unit Ts adalah:
Ts = 1/(2048×15000) s = 1/30,720,000 s = 0.03255e-6
Dimana 15000 = BW subcarrier, 2048 = FFT size
Untuk TA=1
Distance = 1/2 * TA * 16Ts * lightspeed
= 1/2 * 1 * 16 (0.03255e-6) * 3e8
= 78.12m
Untuk TA=63
= 78.12 * 63 = 4921.56m ~ 5km